Jumat,01-11-2019 SD Strada Slamet Riyadi 2 melaksanan kegiatan studi wisata. Wisata tempat yang jauh dengan biaya yang mahal tetapi sesekali kita perlu mengunjungi tempat-tempat yang dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Maka dari itu SD Strada Slamet Riyadi 2 studi wisata ke kota Jakarta yang letaknya tidak begitu jauh dari sekolah kami. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Planetarium dan Observatorium yang terletak di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Secara keseluruhan Planetarium memiliki 3 atraksi utama yang bermanfaat yang bermanfaat yakni sarana hiburan, wahana edukasi, dan tempat pengamatan dan penelitian.
Di sini anak-anak dapat belajar ilmu astronomi secara singkat dan seru, sambil duduk santai di ruangan yang sejuk dan nyaman, kita menyaksikan hamparan bintang-bintang dari jarak dekat. Di samping itu anak-anak mendapat informasi lain tentang susunan tata surya, rasi bintang, hingga replika pakaian astronot yang disampaikan secara jelas oleh pemandu di sana. Hingga tak terasa waktu berkunjungpun habis. Anak-anak meninggalkan Planetarium dengan tertib serta perasaan puas untuk menuju tempat wisata berikutnya.
|
Anak-anak mengantri dengan tertib saat memasuki studio Planetarium |
Kecerian anak-anak di dalam studio Planetarium saat menunggu pertunjukan dimulai |
Tidak berapa lama kemudian kami tiba di museum Fatahillah. Setelah makan siang kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok dipandu oleh petugas museum untuk menjelaskan dan memberikan informasi yang berkaitan dengan museum.
Nama museum bukanlah museum Fatahillah, tetapi museum sejarah Jakarta. Di sini kita belajar banyak tentang sejarah kota Jakarta. Kita seolah-olah diajak mengunjungi kota Jakarta zaman dahulu. Bangunan-bangunan tua dengan arsitektur Eropa buatan Belanda masih berdiri tegak.
Gedung museum merupakan balai kota Batavia VOC yang dibangun pada tahun 1707-1710. Bangunan menyerupai istana Dam di Amsterdam ini terbagi menjadi beberapa bagian. Ada yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, bahkan ada yang digunakan sebagai ruang penjara. Di dalam museum kita juga dapat melihat berbagai peninggalan sejarah, seperti kursi/mebel antik, lukisan, senjata, dan replica hasil penggalian arkeolog.
Selain museum fatahillah yang menyimpan sejarah kota Jakarta, ternyata masih ada beberapa tempat bersejarah peninggalan Belanda. Tempat-tempat bersejarah itu diantaranya adalah stasiun kereta api kota, museum Bank Indonesia, museum wayang yang sepertinya sayang untuk dilewatkan. Tetapi karena terbatasnya waktu kita belum bisa mengunjungi semuanya itu.
Sebelum kita meninggalkan museum anak-anak bermain sepeda berwarna-warni dengan topi uniknya. Dengan sigap anak-anak mengayuh sepeda, bercanda ria seperti layaknya noni-noni dan sinyo-sinyo Belanda.Tak berapa lama kemudian kami menuju bis untuk kembali pulang ke Tangerang dengan membawa berbagai wawasan dan ilmu pengetahuan, semoga di lain kesempatan kami semua dapat berkunjung ke Kota Tua lagi.
|
Anak-anak makan siang di taman Museum Fatahillah |
Antusias anak-anak saat akan memasuki Museum Fatahillah |
|
Anak-anak mendengarkan penjelasan kakak pemandu dengan serius |
Anak-anak melihat batu prasasti |
|
Berbagai koleksi dipamerkan dalam beberapa ruangan |
Koleksi barang-barang antik di dalam museum fatahillah |
|
Anak-anak senang sekali bisa melihat peralatan batu-batuan pada jaman purba |
Anak-anak mengayuh sepeda, bercanda ria seperti layaknya noni-noni dan sinyo-sinyo Belanda |
|
Anak-anak berfoto bersama sebelum kembali pulang ke sekolah |
Dewan Guru SD Strada Slamet Riyadi 2 |
Recent Comments