Hari Pahawan diperingati setiap tanggal 10 November. Seminggu sebelumnya semua petugas upacara sudah berlatih serius. Tetapi sayang sekali kali ini 10 November jatuh pada hari Minggu, maka SD Strada Slamet Riyadi 2 memperingatinya di keesokan harinya yaitu, Senin 11 November 2019. Walau begitu tidak mengurangi semangat siswa, karena memperingati hari Pahlawan menjadi keharusan seluruh warga negara Indonesia, apalagi siswa-siswi sebagai penerus generasi bangsa Indonesia tercinta ini. Mengapa harus? Karena para para pahlawan telah mengorbankan segalanya, keluarga, harta, teman,bahkan jiwa raganya untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi dan melindungi negara Indonesia.
Hari Pahlawan berawal dari pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Terjadinya perang besar-besaran antara tentara milisi Indonesia yang pro kemerdekaan melawan tentara Britania Raya dan Belanda. Banyak pahlawan kita yang gugur dalam pertempuran tersebut. Pertempuran Surabaya jadi perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan.
|
Petugas Upacara |
|
Penurunan Bendera Merah Putih |
|
Pembacaan Ikrar Pelajar Strada |
Wah, kalau bicara sejarah seputar hari pahlawan tentu sangat panjang dan butuh waktu lama. Bagi siswa-siswa kelas rendah tentu membosankan dan melelahkan. Untuk mengatasi hal tersebut maka sejarah singkat pertempuran di Surabaya itu di dramatisasikan oleh murid-murid kelas 5 dan 6 lho. Ada yang berperan sebagai: TNI, anggota PMI, tentara Belanda, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang berperan sebagai Presiden Soekarno dan Bong Tomo. Para siswa menyiapkan sendiri asesori dan pakaian yang menunjang perannya masing-masing. Wooow pokoknya betul-betul kreatif murid-murid kelas 5 dan 6. Masing-masing siswa sangat menjiwai perannya. Drama kali dimainkan sangat bagus sehingga murid kelas 1,2,3 begitu tertib dan antusias dalam mengikuti tata urutan upacara dari awal hingga akhir.
Sebelum upacara berakhir ada pembacaan puisi yang dibacakan oleh anak kelas 3 dan 4, dilanjutkan menyanyikan lagu wajib” Surabaya” bagi seluruh peserta upacara dan ditutup dengan doa.
|
Tentara Belanda |
|
Presiden Soekarno, TNI, Petugas PMI, Bung Tomo, Arek-arek Surabaya |
Recent Comments